Di Sanur, Bali, suatu inisiatif ramah lingkungan dalam bentuk pembuatan peta hijau dijalankan oleh sekelompok arsitek bekerjasama dengan masyarakat lokal. Tujuan pemetaan ini selain menyajikan gambaran sosial budaya kawasan yang dikepung objek-objek wisata itu juga untuk mencoba mengupas potensi area Sanur. Proyek ini juga memfokuskan diri pada pendekatan ramah lingkungan.
Kontak:
Fransiska Prihadi (franc1ka@yahoo.com, francika@cbn.net.id)

Selagi masalah pelatihan GIS masih kebul-kebul hangatnya diperbincangkan, saya menemukan website yang menyediakan pelatihan materi-materi pengenalan GIS yang lumayan asyik. Website ini dikelola oleh Jurusan Geomatik Universitas Melbourne, Australia. Yang tertarik, silakan kunjungi alamat ini!
Oleh: Christiantowati
Majalah Intisari, Edisi 480, Juli 2003
Informasi pada sebuah peta kota seperti yang kita kenal saat ini rupanya dipandang kurang mencukupi. Untuk memperkaya informasi di dalamnya, diciptakanlah green map. Uniknya, ide membuat peta hijau itu muncul cuma gara-gara timpukan kerikil seekor orangutan kepada penggagasnya. Baca entri selengkapnya »

Green Map System adalah sebuah gerakan eko-kultural global (http://www.greenmap.org) yang berdasarkan kepada gerakan-gerakan komunitas lokal serta pengetahuan dan kearifan lokal. Pemetaan lingkungan dalam kerangka kerja yang bersifat global ini dikembangkan dengan sebuah metode yang sangat mudah disesuaikan di tingkat lokal. Metode ini melibatkan kelompok-kelompok kerja dengan anggota yang berasal dari berbagai latar belakang untuk menjelaskan hubungan antara lingkungan alam dan budaya dengan memetakan suatu kawasan lokal. Baca entri selengkapnya »
Green Map, yang kemudian diadopsi di Indonesia sebagai Peta Hijau, adalah sistem pembuatan atau penandaan peta (dengan ikon-ikon) untuk menampilkan saling keterkaitan antara aspek lingkungan dan budaya dengan entitas pendukungnya (masyarakat) di suatu kawasan, terutama daerah perkotaan. Dalam setiap prosesnya, sistem ini mengidealisasikan adanya partisipasi aktif komunitas setempat untuk melakukan eksplorasi lingkungannya, mendiskusikan atau memperdebatkan arah perkembangan kota atau kawasan tinggal mereka. Baca entri selengkapnya »
Pada mulanya Benteng Buton berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Buton yang wilayahnya juga mencakup pulau-pulau di sekitarnya, bahkan hingga beberapa daerah di Pulau Sulawesi. Letak Kesultanan Buton sangat strategis, dan hal itu membuat iri kerajaan-kerajaan lainnya, yakni di jalur pelayaran yang menghubungkan pulau-pulau penghasil rempah-rempah di kawasan timur Nusantara dengan para pedagang dari kawasan barat pada masa keemasan perdagangan rempah-rempah di abad ke-18. Baca entri selengkapnya »
Jaringan Green Map Malang dibentuk oleh para mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur. Aktivitas pertama mereka adalah memetakan kawasan kampus dan permukiman di sekitarnya. Tim ini juga memberikan sumbangan luar biasa dengan mengembangkan website http://www.greenmap.or.id yang diancangkan untuk menjadi simpul komunikasi bagi jaringan Green Map seluruh Indonesia.
Kontak:
Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMPALA) Universitas Brawijaya Malang (impala@brawijaya.ac.id)
Fajar Maysarah (inong_uleelheue@yahoo.com)