Pasar Emisi Karbon dan Menjadi ‘Netral Karbon’

Secara sederhana, siklus karbon di atmosfer Bumi terdiri dari dua buah reaksi:

  • Senyawa karbon + oksigen -> karbondioksida + energi. Ini terjadi misalnya pada pernafasan makhluk hidup atau hampir segala hal yang berhubungan dengan pembakaran.
  • Karbondioksida + energi -> senyawa karbon + oksigen. Ini terjadi pada tanaman di siang hari, tanaman menangkap karbon dari atmosfer dan mengubahnya menjadi karbohidrat.

Sebelumnya ini adalah reaksi yang bersifat ekuilibrium. Karena kedua reaksi tersebut seimbang, maka kuantitas karbondioksida di atmosfer relatif konstan. Masalah baru timbul setelah revolusi industri dimana penggunaan bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, gas alam) semakin meluas. Penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan bermilyar-milyar ton senyawa karbon yang sebelumnya tersimpan selama jutaan tahun di perut bumi dilepaskan ke atmosfer. Akibatnya konsentrasi karbondioksida di atmosfer semakin bertambah, dan inilah yang menyebabkan temperatur bumi semakin meningkat. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam +RAGAM. 1 Komentar »

Puncak

Rasanya sudah satu generasi saya tidak ke atau melewati Puncak, Jawa Barat.

Memang sudah lama saya merasa Puncak itu sudah jadi slum, jadi tidak ada yang menarik untuk dinikmati.

Tanggal 9-11 lalu saya “terpaksa” melewati Puncak, menuju Wisma Kompas-Gramedia, untuk rapat kerja Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Saya jadi mikir, jangan-jangan nasib Bandung dan Lembang akan sama dengan Puncak. Semuanya akan jadi korban perluasan ruang-konsumsi orang Jakarta. Orang Jakarta ini telah terus-menerus meluaskan ruang konsumsinya. Dulu, katakanlah sebelum tahun 1970-an, untuk “naar boven” di akhir pekan orang Jakarta sudah puas pergi ke Bogor, satu jam melewati jalan lama. Puncak masih suatu kemewahan yang elitis. Setelah jalan tol, Puncak menjadi tak lebih dari satu jam jaraknya. Lalu orang juga pergi ke Cipanas. Sedang ke arah laut, orang Jakarta pada awalnya sudah puas kalau ke Ancol saja. Setelah ada jalan tol, mereka pergi ke Anyer, lalu Carita, dan kini bahkan makin jauh, ke Tanjung Lesung, mendekati hutan lindung Ujung Kulon. Sedang ke arah gunung bahkan sudah sampai ke Bandung dan Lembang. Baca entri selengkapnya »