Bungo Jeumpa dan Beo Nias
Nopember 20, 2006 — petahijauBungong Jeumpa
Kemarin saya tiba kembali ke Jakarta dari Banda Aceh dengan hati gembira: empat pokok bunga Jeumpa yang saya titip di perut pesawat Garuda sampai dengan selamat dan sejauh ini masih segar di halaman dalam rumah saya.
Seperti biasa, manakala tanaman dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, maka ia akan mengalami “shock” karena perubahan iklim dan kondisi mikro lainnya. Dua bulan lalu saya membawa pulang tiga pokok. Dua darinya mati. Jadi untuk yang empat ini saya masih menunggu sambil was-was, dan memperlakukannya dengan lebih hati-hati: diletakkan di tempat sejuk di bawah pohon waru
Rasa syukur saya kiranya lebih karena menemukan kenyataan, bahwa ternyata para petugas Garuda sangat membantu. Di Bandara Iskandar Muda di Banda Aceh, mereka membantu mengemasnya. Lalu mereka memasukkannya paling akhir ke perut pesawat. Mereka carikan tempat khusus, di sebelah sesuatu, di dalam kotak tertentu, katanya, agar tak terbentur barang-barang lain. Di kaki pesawat, ketika saya hendak menaiki pesawat, petugasnya melapor secara khusus kepada saya dan menyalami saya dengan senyum simpatik. Mereka hanya khawatir terjadi sesuatu di Bandara Polonia ketika transit. Memang banyak kabar tak sedap saya dengar tentang bandara yang satu ini: banyak barang rusak atau bahkan hilang. Tapi saya sendiri belum pernah mengalaminya, karena selalu membawa seluruh barang saya ke kabin, sebab selalu bergegas. Di Bandara Jakarta, ketika keempat pokok itu akan masuk ke ban-berjalan, petugas bandara pun menyibak bilah-bilah karet agar tidak menabrak pokok-pokok itu. Sebelumnya, beberapa menit pasokan koper dan tas ke ban-berjalan terhenti karena mereka sibuk memindahkan pokok-pokok itu dengan hati-hati dan perlahan. Semua penunggu sempat bertanya-tanya ada apa, sampai ketika keempat pokok itu tampak masuk ke dalam ban berjalan. Dan saya bernapas lega serta hampir lepas kendali menyerukan riang hati. Baca entri selengkapnya »


Jaringan Komunitas Peta Hijau Indonesia yang berupaya mewadahi berbagai inisiatif lokal menuju terciptanya kehidupan yang sehat dan berkelanjutan dengan menggunakan metode 





