Peta Hijau Banda Aceh: Guna Tingkatkan Kesadaran Urban dalam Membangun Kembali Banda Aceh

Silvia Agustina

Peta hijau adalah sebuah sistem pembuatan peta atau pemberian tanda pada peta yang menggambarkan kaitan antara aspek-aspek lingkungan hidup dan kebudayaan yang mendukung sebuah entitas atau komunitas, terutama dalam konteks urban. Sistem ini memungkinkan partisipasi aktif komunitas untuk menelusuri, membahas dan mempelajari komunitas tempat tinggalnya agar lebih jauh melakukan advokasi untuk memperbaiki bahkan mencegah pembangunan yang tidak serasi.

Dengan menggunakan sistem icon (tanda), peta hijau juga dapat memberi informasi kepada para pengguna tentang kisah sebuah tempat, apa arti kisah tersebut atau bagaimana berbagai kelompok dalam komunitas memandang tempat tersebut. Tanda-tanda ini harus mewakili berbagai jenis obyek dan lokasi seperti lokasi pembangunan ekonomi, energi berkelanjutan, sumber informasi, alam (flora, fauna, tanah, air), mobilitas, infrastruktur, sumber-sumber polusi, dan dalam konteks Banda Aceh, lokasi-lokasi atau obyek-obyek peringatan bencana tsunami.

Peta Hijau Banda Aceh juga ditujukan untuk mendorong masyarakat agar dapat mengidentifikasi tempat-tempat, obyek dan wilayah yang telah membentuk ingatan kolektif masyarakat mengenai Banda Aceh, khususnya yang terkait dengan peristiwa bencana tsunami. Peta ini memberikan berbagai cara untuk memandang suatu tempat dan juga menampilkan tempat, obyek atau wilayah yang mungkin terlewatkan tetapi memiliki potensi untuk mendukung perbaikan kota Banda Aceh.
Gelombang raya tsunami pada tahun 2004 telah menghancurkan lapisan fisik Banda Aceh yang telah dibangun selama 801 tahun. Namun, ingatan kolektif penduduk tentang kota ini akan hidup terus jauh setelah bencana tsunami. Tsunami justru menambahkan lapisan baru alam sejarah pembangunan Banda Aceh dan apapun yang terjadi setelah bencana ini akan terus dapat dikaitkan dengan sejarah masa lalu Banda Aceh dan mempengaruhi masa depannya.

Dalam memperingati Hari Ulang tahun ke 801 Banda Aceh bulan April ini, penting bagi kita semua untuk merenungkan secara serius tentang bagaimana kita bisa memperbaiki kota ini. Ini bukanlah tugas yang mudah. Dengan kegiatan jalan kaki, bersepeda, diskusi, pemetaan dan pembuatan Peta Hijau Banda Aceh, komunitas Peta Hijau Banda Aceh berusaha untuk meningkatkan kesadaran urban, mencari peluang dan cara untuk memperbaiki lingkungan urban Banda Aceh melalui gerakan masyarakat. Ini merupakan langkah kecil dengan tujuan yang masih sangat jauh.

Misalnya, Mesjid Baitturahman, yang sudah menjadi lambang kota Banda Aceh jauh sebelum bencana tsunami. Disinilah seorang Jendral Belanda dikalahkan; sebuah tempat dimana ribuan orang berkumpul untuk mendukung referendum pada tahun 1999. Ini juga merupakan tempat persemayaman korban tsunami untuk bisa dikenali oleh anggota keluarga mereka. Setelah bencana tsunami, nilai spiritual Masjid Baitturahman semakin kuat dan kehadirannya mampu memperkuat masyarakat untuk melanjutkan hidup meski memiliki kenangan kelabu tentang bencana tsunami. Peta Hijau Banda Aceh mudah-mudahan akan dapat membuat lebih banyak orang memperhatikan hal-hal kecil mengenai masjid ini seperti Pohon Ketapang di depan masjid, atau fakta bahwa tidak ada jalan untuk pejalan kaki yang aman yang menghubungkan masjid dengan lingkungannya.

Aspek urban penting lain adalah Sungai (Krueng) Aceh, nadi kota Banda Aceh. Banyak orang yang menyeberangi ketiga jembatan di atas sungai di wilayah Peunayong, Pasar Aceh dan Beurawe yang tidak menetahui banyak tentang sungai ini. Misalnya, dari mana sumber airnya, kemana air mengalir, bagaimana kualitas air, jenis ikan apa saja yang hidup di sungai ini. Selama ini, bangunan-bangunan di sepanjang sungai ini dibangun membelakangi sungai, memperlakukannya tidak lebih sebagai tempat pembuangan. Banyak sekali penggunaan lahan yang tidak efektif yang terjadi di sepanjang sungai. Padahal lahan-lahan ini seharusnya merupakan wilayah potensial untuk wilayah publik. Sebuah survai mengenai penggunaan jalan di bantaran sungai pada tahun 2004 melaporkan bahwa sebagian besar pengguna menganggap sungai ini sebagai tempat pembuangan. Anehnya, banyak pengunjung dari Jakarta yang datang ke Banda Aceh menganggap sungai ini sebagai sungai yang paling bersih yang pernah mereka lihat ! Apakah pembangunan kota di sepanjang Sungai Aceh harus terus membelakanginya dan memperlakukannya sebagai halaman belakang ? dan juga meletakkannya di latar belakang dari pikiran kita semua ? Tidakkah lebih baik bila kini kita tingkatkan penghargaan kita terhadap sungai ini ?

Peta hijau juga akan menampilkan lokasi-lokasi kuburan massal di Banda Aceh dan sekitarnya. Bila mungkin, informasi ini akan mengikutsertakan penjelasan mengenai dari mana jenazah diambil. Pada Peringatan 1 Tahun Tsunami, banyak masyarakat yang berziarah ke sebanyak mungkin kuburan missal karena tidak mengetahui secara pasti dimana jenazah anggota keluarganya dimakamkan.

Seperti penyintas tsunami, burung-burung juga telah pindah ke daerah pedalaman di sepanjang kanal banjir, mungkin karena habitat alamnya di sekitar tanaman bakau telah hancur oleh tsunami. Berapa lama mereka akan ‘mengungsi’ di tempat baru ini ? Bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya ?

Peta Hijau juga akan menampilkan tempat-tempat yang menjadi terkenal setelah tsunami karena dijadikan bukti kuat terhadap keberingasan gelombang tsunami atau tempat yang penting sebagai sumber informasi tentang tsunami. Misalnya rumah Cut Putri, gadis yang pertama merekam bencana tsunami dalam kamera videonya.

Harapan kami, komunitas pembuat Peta Hijau, adalah agar Peta Hijau Banda Aceh dapat memberikan panduan praktis terhadap tempat-tempat yang harus diperingati di Banda Aceh dalam kaitan dengan bencana tsunami dari sudut pandang mengambil pelajaran untuk membangun lingkungan urban yang lebih baik. Kami mengundang masukan dari semua pihak yang peduli terhadap masa depan Banda Aceh.[]

Penulis adalah Koordinator Komunitas Pembuat Peta Hijau Aceh
e-mail: greenmap_aceh@yahoo.com

http://acehkita.net/koran/beritaDetail.asp?Id=714&Id2=
24-4-2006 | 1:40 WIB

Ditulis dalam Aceh. 6 Comments »

6 Tanggapan to “Peta Hijau Banda Aceh: Guna Tingkatkan Kesadaran Urban dalam Membangun Kembali Banda Aceh”

  1. RIZAL BUDIAWAN Says:

    salam green map,
    sdh kira2 2 bulan sy terlibat dalam pembangunan perumahan untuk korban bencana tsunami di NAD termasuk lokasi di kota banda aceh. Pembangunan rumah tsb didahului oleh tahap perencanaan desa (village planning) yg melibatkan masyarakat pada tiap tahapannya. Dalam proses perencanaan tsb ditemui beberapa kondisi dan karakteristik lingkungan setempat yg menurut sy layak untuk dimasukkan ke dalam icon green map banda aceh.
    yg sy tanyakan, sdh sejauh mana peta tsb dibuat dan dimana sy bisa mendapatkannya, sehingga sy dapat memberikan info yg mudah2 an bermanafaat bagi pengembangan green map banda aceh..
    salam,
    rizal

  2. peta hijau Says:

    Saat ini sudah terbit dua Peta Hijau Banda Aceh pascatsunami, masing-masing dikerjakan oleh tim yang dikoordinasikan oleh Jurusan Arsitektur Universitas Syah Kuala dan satu lagi oleh tim Up-Link.

    Untuk mendapatkannya, Anda bisa menghubungi kontak di bawah ini:

    Untuk Peta Hijau Kenangan Tsunami Banda Aceh bisa menghubungi:
    Sylvia Agustina (Dosen Arsitektur Unsyiah)
    e-mail: raseuki_2000@yahoo.com, greenmap_aceh@yahoo.com

    untuk Peta Hijau yang dikembangkan oleh UPLINK bisa menghubungi:
    Marco Kusumawijaya (Arsitek, domisili: Jakarta, Aceh) 🙂
    e-mail: marcokw@centrin.net.id
    Peta Hijau ini bs didownload di http://greenmap.org/images/banda_aceh05.pdf

  3. buya krueng Says:

    tak ada satupun para politisi aceh sekarang yang berbicara tentang konservasi lingkungan ketika melakukan kampanye untuk menghadapi pemiliha umum, yang banyak adalah bagaimana mrningkatkan pemasukan bagi daerah tanpa harus melakukan efek ekologis walaupun itu pasti adanya……!!

  4. b0cah Says:

    wah kegiatan yang menarik dan memberi manfaat, juga buat generasi muda, kapan2 kita bisa berkarya bersama-sama

    regards

  5. Stop Dreaming Says:

    saya donlot peta hijaunya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: