Mengungkap Timbunan Kisah di Balik Benteng

Pada mulanya Benteng Buton berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Buton yang wilayahnya juga mencakup pulau-pulau di sekitarnya, bahkan hingga beberapa daerah di Pulau Sulawesi. Letak Kesultanan Buton sangat strategis, dan hal itu membuat iri kerajaan-kerajaan lainnya, yakni di jalur pelayaran yang menghubungkan pulau-pulau penghasil rempah-rempah di kawasan timur Nusantara dengan para pedagang dari kawasan barat pada masa keemasan perdagangan rempah-rempah di abad ke-18.

Pembangunan benteng dimulai pada tahun 1634 oleh Sultan Buton ke-6 La Buke. Tembok keliling benteng panjangnya 2740 meter melindungi area seluas 401.900 meter persegi. Tembok benteng memiliki ketebalan 1-2 meter dan ketinggian antara 2-8 meter, dilengkapi dengan 16 bastion dan 12 pintu gerbang. Lokasi benteng berada di perbukitan, sekitar 3 kilometer jauhnya dari pantai dan dibangun dengan maksud untuk melindungi keluarga sultan dari serangan musuh dari arah laut. Saat ini kawasan ini dihuni oleh lebih dari 300 rumah tangga.

Mulai bulan September 2004, para peneliti dari Pusat Kajian Indonesia Timur (PusKIT) Universitas Hasanuddin Makassar mengajak masyarakat dan Pemerintah Kota Bau-Bau untuk memteka potensi kawasan tersebut dengan menerapkan metode Green Map. Pendekatan ini merupakan bagian dari sistem yang inovatif dan berkelanjutan dalam rangka konservasi pusaka budaya yang didesain bagi komunitas setempat. Peta Hijau yang dihasilkan telah dicetak pada bulan Maret 2005 dalam edisi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Kontak:
Onggo (puskit3@yahoo.com, nendri@telkom.net )
Valentina Syahmusir (valent_mks@yahoo.com)
Meta Sekar Puji Astuti (meta_mks@yahoo.com)

Ditulis dalam Buton. 6 Comments »

6 Tanggapan to “Mengungkap Timbunan Kisah di Balik Benteng”

  1. Peropa Says:

    Benteng Kesultanan Buton semestinya kembali ditinjau proses pemeliharaannya. Betapa tidak sangat disayangkan pada zaman kepemimpinan Bupati Saidoe dibagian depan benteng dikotori dengan berbagai macam atribut instansi pemda, BUMD dsb. yang tidak memiliki hubungan keterkaitan dengan fungsi benteng.

  2. La Balawo Says:

    Sudah semestinya Pemerintah Pusat dan Pemerintah KotaMadya Bau-Bau untuk lebih memfokusnya sektor pariwisata yang merupakan salah satu Devisa penghasil Daerah maupun Negara yang selama ini belum digali dikarenakan tidak adanya kesungguhan yang benar benar dari pemerintah Daerah untuk meningkatkan Promosi baik ditingkat Nasional maupun Internasional dengan mengadakan berbagai terobosan terobosan yang lebih maju.
    sehingga kami kami warga buton di perantauan juga akan selalu memabawa nama daerah dengan memperkenalkan Pariwisata daerah Buton di Perantauan.
    Demikian.

    Wassalam

    Muhamad anwar
    Tembagapura – Papua

  3. syaharuddin. y Says:

    kami sangat mengharapkan pemerintah kota Bau-Bau memperhatikan dan melindungi serta mempromosikan kebudayaan Buton, karena setahu saya budaya Buton itu banyak sekali kita lihat bahasa saja sudah beraneka ragam bahasa dan juga memiliki pantai-pantai yang indah dan air terjun tapi kalo saya lihat pemeliharaan pemerintah belum optimal, sehingga tidak memiliki nilai yang tinggi.

    wassalam

    syaharuddin. y
    Samarinda (kaltim)

  4. lastry Says:

    menurut saya, sesungguhnya bila pemerintah Bau-Bau lebih optimal mensosialisasikan pariwisata maka kota Bau_Bau tidak kalah dengan kota Bali. lihat saja lautnya yang kelihatan alami dengan keindahan pasir, letak pulau yang tidak begitu jauh dari pulau satu ke pulau lainnya, terumbu karangnya yang masih banyak, hasil lautnya yang berlimpah. bagi masyarakat di Buton mereka tidak perlu belanja dengan mengeluarkan koceknya demi kehidupan seharinya, tetapi mereka tinggal memancing di laut maka mereka pulang dengan membawa hasil laut yang masih segar dan bergizi. disana terdapat tempat rekreasi yang belum tersentuh oleh wisatawan domestik maupun luar. kalo tidak percaya datang dan buktikan.
    cek ajah.sssssssssssiiiiiiiiiiiiiiiiip deccccccchhhhhh

  5. nury Says:

    saya sangat mengharapkan pemerintah Buton lebih memperhatikan lagi pariwisatanya.karena sepenglihatan saya, tempat2 wisatanya kurang diperhatikan.contohnya: keraton Buton dari dulu sampe skrg kayak gt2 ja,ga da perubahan.emang sech da perubahan tp cm dikit.saya selaku orang Buton pengen liat kampung halaman saya dikenal oleh dunia luar krn memiliki keindahan alam yg sgt bagus.saya sgt bangga pd BUTON_Q yg msh alami,dgn peradaban nya yg msh tetap dijaga dgn baik.

    wassalam
    NURIANA
    (ORANG BARUTA DODA)

  6. unggun Says:

    numpang lewat..viva masyarakat buton..pertahankan sejarahmu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: