Menjelajah Nagari Lereng Marapi

Bukittinggi adalah nagari tertua di Minangkabau yang terletak di bagian selatan lereng Gunung Marapi, Sumatera Barat. Nagari adalah sebuah kawasan otonom di lingkup negeri Ranah Minangkabau. Sampai akhir abad ke-18, kehidupan ekonomi kebanyakan nagari di Minangkabau disokong oleh bidang pertanian dan pertambangan emas. Komoditi unggulan setelah emas adalah kopi. Pada akhir abad ke-18, Belanda membangun benteng pertahanan di Bukit Jirek, sebelah barat Pakan Kurai, untuk mengontrol perdagangan kopi. Benteng itu terus diperkuat dan terbukti handal pada saat pecah Perang Paderi di awal abad ke-19. Orang-orang Belanda juga membangun pasar-pasar serta kelengkapan kota lainnya di sekitar Pakan Kurai.

Pada tahun 1970-an, kebakaran hebat melanda kota dan menghancurkan sebagian besar bangunan kolonial di Pakan Kurai yang kemudian digantikan dengan bangunan-bangunan baru, seperti Pasar kurai, Pasar Banto, sekolah-sekolah, dan bangunan-bangunan milik pemerintah. Rencana Tata Kota Tahun 1984-2004 menjadi dasar pembangunan kompleks perkantoran peerintah di Belakang Balok. Balai Kota dipindahkan dari kawasan Pasar Ateh ke Belakang balok yang dampaknya memicu pertumbuhan perumahan dan aneka fasilitas perkotaan di kawasan baru ini. Pemindahan terminal bus dan pasar ke Aur Kuring mendorong pertumbuhan kawasan bagian timur.

Bekerjasama dengan beberapa peneliti, pengusaha, dan warga setempat, Marco Kusumawijaya dari Jakarta mendesain sebuah peta hijau yang memetakan potensi sejarah, sosial budaya, dan ekologis kawasan ini. Green Map Bukittinggi diterbitkan dalam bahasa Inggris.

Kontak:
Marco Kusumawijaya (marcokw@centrin.net.id)

Ditulis dalam Bukittinggi. 24 Comments »

24 Tanggapan to “Menjelajah Nagari Lereng Marapi”

  1. mackjimmi Says:

    pasa ateh supayo di bongka .buek pasa baru di tigo baleh banyak tanah kosong . tapi ijan sawah2 di abihkan untuak pembangunan. tarok jugo banyak tanah kosong buliah di buek pasa namoi pasa tarok dipo. mamak2 pasti satuju

  2. rien Says:

    bukittinggi itu kota kecil yang sangat indah, suatu kota yang masih terasa keasriannya, kalo udah nyampe di sumatera barat bakal rugi banget kalo gak singgah dikota ini, bukittinggi adalah kota kelahiranku, gimana kabar ya? kota kelahiranku, walaupun aku berada dirantau orang aku akan selalu mengenang mu, i love you my small town, kapan ya aku bisa pulang lagi????

  3. Icha Says:

    taragak pulang………..
    sanjai kabarnya gimana yah?????????
    udah banyak tempat yang dikunjungi, tapi indahnya Bukitinggi masih nomer satu. indah n sejuk banget………
    rugi banget kalo ke Sumbar ga Ke Bukittinggi bwt belanja2. di jamin super duper bagus n murah..
    apik….tenan……..

  4. Doli Says:

    Bukittinggi……..
    dulu bukittinggi adalah kota pelajar dan sekarang kota Pariwisata… Ntah kenapa itu di rubah….
    mungkin ingin mendapatkan pandapatan daerah yang banyak, tapi orang yang merubahnya itu tidak melihat apakah pengaruh dari perubahan tersebut…..
    Sekarang lihat saja tidak ada lagi yang namanya “ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BESANDI KITABULLAH”
    Dan banyaknya terjadi Penganiayaan, perkosaaan Dll.
    yang jalas saya lihat anak GADIH minang tidak mengenal TATA KRAMA dan SOPAN SANTN lagi…..

    Adakah yang tetarik utk mengubah, atau ya stidaknya turut Prihatin la dengan hal ini??????

  5. Angela Ika Says:

    Bukittinggi…,
    dulu kota yg sejuk buanget dgn pedagang sulaman yg ramah2 di PAsar Atas, berjejer nasi Kapau dr berbagai Uni2,memandang keindahan jam Gadang di malam hari, keindahan Ngarai di pagi hari, diantara gn Merapi-Singgalang.
    sekarang..kota yg padat, sejuta angkot, pemandangan terganggu dgn konstruksi Mall di Psr Atas.
    mau jadi apa besok?
    tanyakan saja pada Beppeda Kota Bukitinggi…

  6. petahijau Says:

    Green Map Bukittinggi sendiri tidak bisa dengan mudah ditemukan di Bukittinggi. Apakah ada yang berminat menjadi sukarelawan mendistribusikan Green Map di Bukittinggi? Siapa pun bisa!
    Jika berminat, silakan hubungi petahijau@yahoo.co.id atau david_a_sagita@yahoo.com . Green Map Bukittingi dicetak dalam bahasa Inggris.
    Tapi inget, ini beneran relawan lho…
    Demi Bukittinggi

    Salam,

    Elanto Wijoyono
    PETA HIJAU

  7. arif z Says:

    tolong kirim peta hijau Bukittinggi dan Balikpapan,
    thanks,

  8. Deni Herawati Fadriah Says:

    Tambah laruik raso ati dirantau mandanga kaba sadiah nan baruntun dari kampuang…
    Salasa patang baru rumah gadang tabaka, kini nagari lah dihoyak gampo pulo.
    Oiii Tuhan, patando apo kini ko nan tajadi ka kami ko. Ampuni kami Tuhan ateh sagalo salah jo khilaf kami nan indak kami sadari…

  9. yulen priza Says:

    Bukittinggi is the beutiful country. thats my kampuang halaman.keindahan alamnya yang tiada tara, diselimuti dengan gunung-gunung yang indah. historical jam gadang takakan terhapus dimakan waktu.
    kunjungilah bukitting..
    disamping itu, masalah perkotaan juga menghantui bukittinggi. kurang bijaknya pemerintah daerah dalam penegakan disiplin ketata kotaan.
    kini bukittinggi hampir menjadi kota yang semrawut.
    haayyyyo beramai-ramai kita menjaga keindahan bukittinggi, jangan biarkan perkembangan kota yang menyesatkan sampai dibukittinggi..

  10. dio Says:

    ntah bilo kapulang kampuang,yo taragak bana jo bukiktinggi.mudah2an masih sarupo dulu……….aman,sajuak,rancak,pokoknyo mamuehan hati………..

  11. farid St. P Says:

    Ass.ww.
    Untuak apak-apak di dinas perindustrian di Bukik Tinggi
    Tolong bimbiang pengrajin karupuak sanjai. bantuak. raso. jo bungkuihnyo . indak ado kemajuan. dari ambo ketek sampai lah tuo pulo roman nyo dak batuka do . rasonyo
    indak barubah .
    Wasalam.

  12. Fadli Says:

    Mohon dukungannya untuk project pendokumentasian secara online lirik-lirik lagu minang periode 1950-1995
    Info selanjutnya silahkan klik link berikut ini
    http://laguminanglamo.wordpress.com/about/
    dan
    http://laguminanglamo.wordpress.com/undangan-berkontribusi/

  13. icha Says:

    bukittinggi paralu banyak pembenahan di berbagai sektornyo.. pemerintah transparan ajo dalam kebijakan-kebijakan… bukittinggi banyak potensinyo, sayang kalau ado pihak yang cuma maambiak kepentingan sepihak ajo… bukittinggi butuh partisipasi dari masyarakt lo untuak taruih bakambang…
    mari dunsanak sadonyo, buek perubahan untuak bukittinggi, dengan indak maniggaan nilai-nilai dan karakter aslinyo….

  14. icha Says:

    kok kurang banyak yang ninggaan comment yo???
    apo kurang dikunjungi???

  15. eman Says:

    dulu skitar tahun 70 ahir saya pernah jalan2 ke Bukittingg, Padangpanjang n Maninjau, disana pernah lihat mobil VW tua kalau tak salah punyanya PLN Maninjau, apa sekarang masih ada? barangkali ada yang tahu kiranya mohon info

  16. Sutan Kabasaran Says:

    ruang diseputaran jam gadang harus dibuka, banyaknya ruang-ruang terbuka disekitar objek rekreasi akan membuat nyaman wisatawan. pasar atas harus dipindah dan lokasi itu jadikan sebagai ruang terbuka, untuk parkir dan tinggalkan toko-toko disepanjang jl. minangkabau dan belakang pasar untuk berdagang suvenir dan makanan khas bukittinggi. saya usulkan pasar atas pindahkan saja ke lokasi bekas asrama tentara di birugo (kantin). Asrama tentara pindahkan ke pinggiran kota. Jangan latah dengan membangun mall atau plaza yang akan menghabiskan ruang terbuka bukittinggi.

  17. han Says:

    Bukittinggi bukanlah nagari tertua di minangkabau.
    Nagari tertua adalah Pariangan di luhak tanah data ( luhak nan tuo).
    Terlebih lagi, tidak ada Nagari Bukittinggi sebagai otonom terkecil dalam kesatuan adat Minangkabau.
    Kota Bukiitinggi terlatak di Nagari Kurai – limo jorong.

  18. bukittinggi « Elidahanum’s Weblog Says:

    […] bukittinggi Posted on May 4, 2008 by elidahanum Menjelajah Nagari Lereng Marapi […]

  19. Hutrema Arif Says:

    Bukittinggi, seperti pepatah bajanjang naik, ba tanggo turun. Artinya kota ini haruslah banyak areal pedestriannya. Alangkah salah apabila jalan -jalan diperlebar. Untuk pengunjung disediakan tempat parkir di luar kota. Lalu untuk mengunjungi Bukittinggi dapat menggunakan kendaraan yang bebas polusi dan kecil. Sehingga jumlah kendaraan yang ada di dalam kota haruslah terbatas saja.

  20. Nefa Says:

    there’s no place like bukittingi!🙂

  21. C.P. Djoeminem Says:

    lho bukannya nagari tertua di Sumatera Barat adalah Pariangan?

  22. elanto wijoyono Says:

    Situs Peta Hijau terbaru telah dialihkan ke alamat http://greenmap.or.id

    Salam,

  23. ayang Says:

    iolah alah tarang jalan kaparak

  24. REFKI Says:

    manurik ambo ndak infrastruktur se doh yang dibangun tapi,sumber daya manusia no harus diperhatian. untuak a nagari rancak tapi urang no terbelakang (ILMU PENGETAHUN DAN AHKLAK). samangaik dari urang minag yang capek marespon pengaruh dari lua untuak MAMBANGUN NAGARI-nyo lah mulia hilang. Makin hari falsafah “adaik basandi sarak, sarak basandi kitabullah” lah tingga kato-kato tanpa ada implementasi no dalam kehidupan sahari-hari.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: