Mobil Pribadi VS Angkutan Umum

Kawan-kawan yang baik..

Saya ingin memohon pandangan Anda semua tentang satu soal.
Saya merasa pergelutan tentang mobil pribadi vs angkutan umum makin gawat.

Kita sedang masuki tahap seperti kota-kota Amerika di tahun 1950an dan Eropa di tahun 1970an. Mobil menyerbu, menanamkan dirinya di dalam kota dan benak kita dalam sekali. Lihat perdebatan tentang jalan tol dalam kota Jakarta. Juga kasus Lapangan Persija Menteng. (Beberapa pejabat membenarkan gedung parkir atas dasar bahwa itu “hanya” mengambil 5 % lahan; dan mengabaikan argumen kita, bahwa sebenarnya 0 % pun tak perlu; dan juga abaikan “opportunity loss” sebagai ruang terbuka hijau yang terang menurut kita lebih layak).

Saya menyadari kita negara sedang berkembang yang terlambat mengalami pengalaman Amerika dan Eropa tersebut di atas. Namun, juga kini menyadari bahwa pergelutan itu akan terus ada sebagai cerminan dari ideologi konservatif dan progresif.

Begini contohnya:

Bulan Juni lalu saya hadiri World Urban Forum 3 di Vancouver, Kanada. Vancouver membanggakan diri sebagai kota ramah-lingkungan. Dengan tegas pemerintah kotanya (dipimpin seorang walikota muda belia dan cacat di dalam kursi roda) membuat program meningkatkan kendaraan umum, fasilitas pejalan kaki, dan sepeda; menolak jalan tol dalam kota dan bahkan MENYATAKAN TIDAK AKAN MENAMBAH FASILITAS APAPUN UNTUK KENDARAAN PRIBADI. Pencapaiannya terukur: pada tahun 2006 ini sudah tercapai hampir semua indikator yang ingin dicapai pada tahun 2010. Ketika menolak jalan tol dalam kota beberapa tahun lalu, juga terjadi perdebatan yang tajam hingga mencapai keputusan politis yang jelas.

Akibat dari kebijakan itu, kini ada lebih banyak perumahan di dalam pusat kota (meskipun lebih mahal, tapi layak karena “biaya lingkungan” sudah masuk, misalnya dengan menurunnya dengan drastis penggunaan mobil pribadi dan meningkat drastisnya trip dengan pejalan kaki dan sepeda, serta kehidupan sosial pusat kota yang makin baik).

DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN BERSEJARAH MENJADI JAUH LEBIH BAIK.
Saya penting menekankan “lingkungan” ini. Sebab ada kecenderungan bahwa pelestarian Stadion Persija misalnya dilihat dalam definisi teknis semata: hanya fisik bangunan itu dan bahwa itu “tidak setua” yang dikira orang, dan secara cagar budaya tidak masuk daftar (baca beberapa penjelasan pejabat Jakarta). Sedang kita memandangnya sebagai semangat tempat, sebagai jaringan ruang fisik dan sosial, dan dinamis (kalau belum masuk daftar.. Ya, mari masukkan! Bukan malah sebaliknya ada yang dikeluarkan karena mau diubah).

Pada hari-hari yang sama di Vancouver itu, koran konservatif meliput kota Montreal yang dengan bangga menyatakan dirinya Kota Paling Ramah Mobil. Kota itu dipimpin seorang walikota WASP (White Anglo-Saxon Protestant) sempurna: seorang tinggi besar, putih, lebih dari 50 tahun, berbahasa Perancis.

Contoh di atas hanya menegaskan bahwa pergelutan antara cinta mobil dengan cinta angkutan umum menyangkut banyak hal yang luas, teknis, dan dalam. Dan tidak akan, atau masih lama henti. Ini pergelutan perumusan kebijakan: ramah lingkungan, ramah-pelestarian, ramah kehidupan sosial pusat kota?

Saya merasa, kita yang cinta pelestarian, lingkungan, dan kehidupan sosial pusat kota yang sehat, perlu membentuk kaukus untuk terus- menerus memperjuangkan kebijakan yang pro-pelestarian, lingkungan, dan kehidupan sosial pusat kota. Mulai dengan memperjuangkan angkutan umum yang baik terus menerus, dan menolak penambahan terus-menerus fasilitas untuk kendaraan pribadi (yang digunakan oleh tak sampai 10 % orang, tetapi memakan tanah dan ruang publik kita jauh di atas proporsi itu)

Supaya, seperti yang dikatakan oleh Prof. John Friedman yang legendaris itu, di WUF 3 tersebut: Kota kita sungguh dibangun untuk 80 % mayoritas.

Saya mengundang masukan kawan-kawan semua.

Terima kasih.

Marco Kusumawijaya

Satu Tanggapan to “Mobil Pribadi VS Angkutan Umum”

  1. sabar Says:

    tanggal 23-24 November 2007 akan diadakan forum tahunan FSTPT(Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi) di Tarumanegara Jakarta, dengan tema angkutan umum di Indonesia. jika dibolehkan, dengan senang hati saya ingin posting studi2 berkaitan dengan angkutan umum di portal ini. Memang selama ini pemerintah lebih mengutamakan suplai infrastruktur daripada menata ulang potensi yang sudah ada.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: