Memetakan Kotagede Melalui Video

Setiap video yang dihasilkan disertai dengan keterangan detail lokasi yang berkaitan dengan objek yang direkam dalam bentuk sebuah peta hijau. Satu tema video bisa diuraikan dalam beberapa titik lokasi di dalam peta.

Bayangkan jika sejarah dan perkembangan satu titik lokasi dalam peta bisa disimpan dan diceritakan dalam sebuah rekaman video! Kita tidak akan sekedar mendapatkan keterangan mengenai titik itu dalam satu atau dua paragraf dengan satu atau dua gambar saja. Namun, kita bisa mendapatkan cerita yang berupa dan bersuara. Hasilnya, kumpulan pengetahuan, kearifan, dan dinamika budaya yang terjadi tidak hanya terekam mati dalam bentuk tulisan atau gambar dan foto. Kumpulan pengetahuan itu bisa terabadikan dalam wujud ruparungu (audiovisual).

Konsep inilah yang ingin diwujudkan oleh tim Greenmapper Jogja (Komunitas Peta Hijau Yogyakarta) bersama Yayasan Kanthil Kotagede sebagai upaya untuk mendokumentasikan sejarah dan dinamika kawasan pusaka bersejarah Kotagede dalam sebuah kegiatan bertajuk Video Report on Kotagede. Seperti halnya semangat para pembaharu sekian abad yang lalu dalam menuliskan berbagai pengetahuan sebelum hilang dari ingatan para penerus, kami pun terpacu semangatnya untuk melakukan hal yang sama. Dalam bentuk yang berbeda, berkat kemajuan teknologi, kami menggelar sebuah workshop perekaman dinamika tersebut melalui perangkat video recorder.

Kotagede, sebuah kawasan permukiman di tenggara Kota Yogyakarta masa kini, yang merupakan ibukota pertama Kerajaan Mataram Islam yang beridiri pada paruh kedua abad XVI dipilih sebagai lokasi kegiatan yang dimulai sejak bulan Desember 2005 ini. Kegiatan ini diikuti oleh belasan peserta mahasiswa dari beragam disiplin dan perspektif yang terbagi dalam enam kelompok. Setiap kelompok mengerjakan proses produksi video dengan tema yang berbeda yang berkaitan dengan Kotagede. Hingga bulan Oktober 2006 ini, tiga kelompok telah menyelesaikan proses produksinya dan satu kelompok tengah melakukan proses penyuntingan.

Setiap video yang dihasilkan akan dilengkapi dengan penjelasan tertulis lengkap dengan gambar peta mengenai isu atau objek yang diangkat. Jadi, setiap video dengan tema tertentu akan dilengkapi dengan peta hijaunya masing-masing.

Peserta workshop mendengarkan penjelasan tentang sejarah Kotagede oleh M.Natsier dari Yayasan Kanthil Kotagede di pelataran masuk menuju kompleks makam kerajaan. (foto: elanto w.) Menuju kompleks pemandian (Sendang Seliran) di samping selatan kompleks makam kerajaan di Kotagede. (foto: elanto w.)

Yayasan Kanthil Kotagede berperan sebagai fasilitator lokal dalam proyek ini. Tim Greenmapper Jogja dan Yayasan Kanthil sendiri sebelumnya sudah pernah bekerjasama dalam kegiatan pembuatan Peta Hijau Saujana Budaya Kotagede pada tahun 2004 yang lalu. M. Natsier sebagai pemuka lembaga lokal tersebut tak kenal lelah mendampingi anak-anak muda yang memiliki rasa keingintahuan tentang Kotagede melalui berbagai diskusi, survei, riset, dan pengambilan gambar. Dalam proses ini terjadi pertukaran pengetahuan dan sudut pandang dengan keterlibatan warga Kotagede, baik sebagai narasumber maupun sebagai pendamping dalam proses-proses teknis.

Program kegiatan ini menjadi sebuah pilot project yang akan dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan lebih banyak pihak. Salah satu sasaran yang diancangkan kemudian adalah memfasilitasi ketertarikan generasi muda Kotagede untuk coba mendokumentasikan kawasan tempat tinggal mereka sendiri dengan media video.
Setelah diperbanyak, rekaman video akan dikemas dalam format VCD dan digunakan sebagai media promosi dan publikasi Kotagede, termasuk sebagai suvenir bagi para pengunjung kawasan bersejarah tersebut.

Nah, ternyata video pun bisa dipakai untuk memetakan suatu kawasan, bukan?

———————————————————-

Sampul katalog proyek Video Report on Kotagede yang dikerjakan oleh Greenmapper Jogja (Komunitas Peta Hijau Yogyakarta) sejak awal tahun 2006.

Sinopsis Video dan Datadiri Tim Produksi

1. Kipo
Kipo, makanan kecil khas Kotagede yang harus bersaing dengan makanan kecil lain saat ini. Konon kipo disebut-sebut sudah ada sejak zama Sultan Agung bertahta. Namun, pembuat kipo pertama tercatat baru pada masa revolusi kemerdekaan dan turun-temurun hingga sekarang.
Sutradara: Wijanarko (mahasiswa Arsitektur UII) & Andy Darmawan (mahasiswa Arsitektur UII)
Durasi: 08.30.00
Format: VCD-PAL

2. Mitos di Kotagede
Kotagede adalah kawasan permukiman yang sudah cukup tua, sudah berdiri sejak lebih dari 500 tahun yang lalu. Tentunya ada banyak mitos yang terekam dalam ingatan dan pengalaman warganya. Apalagi jika bersentuhan dengan sifat mistik dan ghaib. Dalam kehidupan masa kini, berbagai mitos tetap bermunculan dan terpelihara tanpa kenal lelah.
Sutradara: Helianto (mahasiswa Arkeologi UGM)
Durasi: 07:47:00
Format: VCD-PAL

3. Jalur Andhong Pasar Gede – Beringharjo
Siapa sangka ternyata andhong yang banyak dijumpai di Kota Yogyakarta itu memiliki jalur tradisional antara Pasar Gede (sebutan lain Kotagede) dengan Pasar Beringharjo di pusat Kota Yogyakarta. Jalur ini mulai marak sejak tahun 1940-an ketika sarana transportasi ini mulai dipegang oleh masyarakat santri untuk menjajakan dagangannya. Sebelumnya, andhong adalah kendaraan pribadi para konglomerat abangan (Kalang) di Kotagede.
Sutradara: Pitra Ayu (mahasiswa Geografi UGM)
Durasi: 21:27:09
Format: VCD-PAL

4. Konservasi Makam Kerajaan
Proses konservasi makam kerajaan yang dikomandoi oleh dinas-dinas Pemerintah Kota Yogyakarta secara ideal bertujuan untuk melestarikan kompleks makam dan masjid kerajaan yang sudah berusia setengah milenium itu. Namun, nyatanya, proses yang terjadi tidaklah seideal yang diharapkan. Ada saja hal-hal kekurangan dan kesalahan yang muncul dan dirasakan oleh banyak pihak, terutama oleh masyarakat Kotagede sendiri.
Sutradara: Endah Ciptaning Puspitasari (mahasiswa Arsitektur UII) & Dian Suci Rahmawati (mahasiswa Arsitektur UII) &
Durasi: 10:00:00
Format: VCD-PAL

——————————————————–

Video Report project weblog 

Koordinator Program: Anang Saptoto
Pendamping Program: Elanto Wijoyono, Rohman H. Yuliawan (Greenmapper Jogja), M. Natsier (Yayasan Kanthil Kotagede)
Informasi & Donasi: greenmapper_jogja@yahoo.com

Ditulis dalam Yogyakarta. 6 Comments »

6 Tanggapan to “Memetakan Kotagede Melalui Video”

  1. rere Says:

    Wijanarko, si sutradara “Kipo” itu anak arsitek uii angkatan 2004 bukan ya?? Hopefully it is right… hix hix hix… akhirnya UII bisa “menggeliat” juga… CHAYO ARSITEK UII!!!

  2. oom koko Says:

    Benar sekali tapi saya angk.2003 tuh😉
    nona rere sepertinya tidak asing??
    Mari ber Video Report!!!

  3. JOKO PRIAMBODO Says:

    MaKasi inFoNya

  4. petahijau Says:

    Silakan kunjungi blog Video Report Green Map Yogyakarta di alamat http://videoreportjogja.blogspot.com/

    Salam,

    Elanto Wijoyono

  5. dwidoria Says:

    hidup arsitektur uii.. hehehe salam buat mas koko, bang andi n mbak ultraman..

  6. noels Says:

    he..hee…btw masih exist pa sudah collaps neh…kok artikelny g pernah d update…padahal tema yang kalian angkat menarik lho..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: