Jelajah Lintas Kampus Peta Hijau Sahabat Sepeda

Satu setengah jam setelah pk 08.00, yang disepakati sebagai waktu berkumpul, akhirnya tim survei Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta mulai meluncur. Dari Gelanggang Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), tim berjumlah delapan orang ini kemudian bersepeda menelusuri kawasan utara Yogyakarta. Survei pada hari Minggu, 18 Maret 2007 ini merupakan survei bersama keempat yang dilakukan dalam rangka pembuatan peta hijau tersebut.

Dengan tambahan dua sepeda hijau pinjaman dari Gelanggang Mahasiswa UGM, kami melewati ruas jalan antar kampus yang saat ini telah memiliki jalur sepeda. Berikut ini jalur yang disurvei hari Minggu kemarin:

Gelanggang Mahasiswa UGM –> Bundaran UGM –> Jl. Terban –> Perempatan Pom Bensin Sagan –> Jl. Colombo (UNY) –> Jl. Gejayan –> Deresan –> Kompleks Penerbit Kanisius –> Selokan Mataram (utara Fakultas Peternakan UGM) –> Kawasan Lembah UGM –> Boulevard UGM –> Kompleks Kopma UGM –> Perumahan dosen UGM (Sekip) –> Kawasan Blimbing Sari –> Perumahan dosen UGM (Sekip) –> Jl. Kaliurang –> Gedung Rektorat UGM –> Fakultas Kehutanan UGM.

Taman terbuka di kompleks Fakultas Kehutanan UGM menjadi lokasi istirahat dan review hasil survei. Di bawah kesejukan pohon-pohon yang rindang serta suasana kampus yang sepi, kami mendiskusikan berbagai hal yang berhubungan dengan kegiatan bersepeda, terutama yang kita temui pada saat survei. Berikut ini beberapa hal yang sempat kami diskusikan:

1. Jalur sepeda
Fenomena ini telah sering dibahas dalam beberapa pertemuan sebelumnya. Secara umum, di Yogyakarta terdapat dua jenis jalur sepeda. Pertama, jalur sepeda (sebenarnya merupakan jalur lambat) permanen yang dipisah dengan pembatas jalan, seperti jalur di sepanjang Jl. Mangkubumi – Jl. A. Yani (Malioboro) dan jalur di sepanjang Boulevard UGM. Kedua, jalur sepeda antar kampus yang dibuat dengan menggunakan cat. Kami kembali mendiskusikan karakteristik dua jalur ini, sekaligus pendapat pro dan kontra mengenai keberadaan jalur-jalur tersebut.

Sebagai kesimpulan, proyek Peta Hijau Sahabat Sepeda ini tidak akan bersusah payah menuntut keberadaan jalur sepeda. Proyek ini, sesuai dengan semangat awalnya, lebih bertujuan untuk bagaimana agar masyarakat kembali bersedia memakai alat transportasi sepeda. Satu point tersebut jika bisa terwujud maka sudah merupakan pencapaian besar bagi warga Yogyakarta yang dahulu dikenal sebagai masyarakat kota sepeda.

2. Parkir
Masalah parkir juga kita bahas sebagai rangkaian dari pembahasan mengenai jalur sepeda. Bagaimana pun, masalah parkir di Yogyakarta belum teratasi dengan baik. Dalam pada itu, tiba-tiba muncul jalur sepeda. Yang terjadi, jalur sepeda pun tampak digunakan untuk parkir. Beberapa pihak kemudian merasa hal ini adalah tindakan yang tidak menghormati pemakai sepeda. Padahal, beberapa jalur sepeda baru muncul kemudian, jauh setelah area-area pinggir jalan itu digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan bermotor.

Sama halnya dengan pembahasan mengenai jalur sepeda di atas, masalah parkir ini tidak menjadi tujuan advokasi proyek ini. Masalah jalur sepeda dan parkir akan lebih tepat dibahas dalam konteks penataan sistem transportasi publik kota secara menyeluruh. Terlebih lagi dalam hal advokasi kebijakan. Namun begitu, kami tetap akan mencoba mengumpulkan opini-opini dan rekomendasi publik mengenai dua isu tersebut.

3. Jalur/Kawasan yang tidak direkomendasikan untuk sebagai jalur bersepeda (jalur berbahaya)
Meliputi:
– Bundaran UGM (tempat mangkal bus perkotaan, banyak PKL)
– perempatan pom bensin Sagan (ramai, bus kota kecepatan tinggi yang akan menuju Kampus UGM)
– persimpangan Jl. Terban dan jalan menuju Masjid Kampus UGM (ramai oleh kendaraan yang akan memotong jalan dari dan menuju Kompleks Perumahan dosen dan Masjid Kampus UGM)
– Jl. Colombo (sepanjang Kompleks UNY); penuh PKL dan parkir
– sepanjang Jl. Gejayan (jalan raya kecepatan tinggi, panas, banyak parkir)

– Kompleks Penerbit Kanisius ke selatan (ke Selokan Mataram) pada hari kerja
– Jl. sepanjang Selokan Mataram sisi bawah (panas, ramai)
– Kawasan Lembah UGM pada hari kerja (walaupun teduh, tetapi ramai, termasuk jalur bus perkotaan kecepatan tinggi)
– Jl. Kaliurang (jalur kecepatan tinggi, jalur bus perkotaan, malam hari lebih berbahaya: jalur kecepatan tinggi, gelap, trotoar penuh PKL, bahu jalan penuh parkir kendaraan)
– Kopma UGM, BNI, Bank Mandiri, Jl. Kaliurang (titik penyeberangan kendaraan bermotor Kampus UGM di Jl. Kaliurang, awas bus kota kecepatan tinggi!)
– Perempatan Mirota Kampus (neraka jalanan bagi pengendara sepeda, sering terjadi kecelakaan, jalur bus kota kecepatan tinggi –> pernah ada bus kota masuk warung di lokasi ini :p)

4. Jalur yang direkomendasikan bagi pengendara sepeda (jalur asyik yang bisa digunakan sebagai jalur alternatif :> )
– Kompleks Deresan (terutama pada hari libur)
– Jalan sepanjang Selokan Mataram sisi atas (utara)
– Jalan baru di belakang Lembah UGM (via Fakultas Teknik UGM, belakang Stadion UGM) — sepi, walaupun banyak polisi tidur
– Kompleks perumahan dosen UGM (Sekip, Bulaksumur)
– Boulevard UGM


– Kawasan Kampus UGM (saran: buka area kampus bagi pengendara sepeda, hindari pemasangan portal yang mempersulit pengendara sepeda masuk)

5. Atraksi sepanjang jalan (apa saja yang bisa kita lihat dan kita alami di sepanjang jalur ini)
– “window shopping” PKL UNY (di sepanjang Jl. Colombo; walaupun hal ini berbahaya bagi pengendara sepeda karena bahu jalan penuh parkir kendaraan bermotor)
– pedagang buah Jl. Colombo (asyik juga utk istirahat)
– deretan mural Jl. Gejayan (kompleks UNY)

– Penerbit Kanisius (showroom buku full AC, parkir rindang)
– Warung Pecel SGPC (Selokan Mataram, utara Fakultas Peternakan UGM)
– PKL Lembah UGM (selatan Fakultas Peternakan UGM, jalan menuju stadion UGM)
– Kawasan Lembah UGM dan stadion
– Pasar Minggu UGM (beberapa komunitas bersepeda di Yogyakarta memanfaatkannya sebagai ajang berkumpul)
– Boulevard UGM (ada jalur sepeda, PKL, bisa lihat kegiatan-kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa yang berlatih di boulevard)
– Kompleks Graha Sabha Pramana (GSP UGM)
– Area pacaran terbuka pada malam hari di sekitar boulevard UGM, selatan Fakultas Ilmu Budaya, GSP (awas Satpam Kampus! :P)
– Gelanggang Mahasiswa UGM (toilet, parkir sepeda dengan rak: depan Unit Fotografi UGM, depan Mapagama UGM, tempat pinjam sepeda hijau)
– Rektorat UGM (parkir, hotspot, tempat peminjaman sepeda hijau)

– Masjid Kampus UGM (parkir, istirahat, toilet, showroom buku agama)

6. Apa itu “Parkir Ramah Sepeda”? Yang mana, ya…
– parkir dengan pelayanan khusus bagi pengguna sepeda + rak sepeda
– parkir dengan pelayanan khusus bagi pengguna sepeda, tanpa rak sepeda, tetapi dipisahkan dari kendaraan lain (ruang khusus)
– parkir campur dengan kendaraan lain

Selepas tengah hari, tim survei pun sepakat berpisah untuk kembali berkumpul melakukan survei kembali minggu depan. Namun, ternyata ngga ada yang mau pulang dan akhirnya kita lanjutkan dengan makan bareng di Kompleks Stadion Kridosono. Yummy…😛

Ok, survei selanjutnya akan dilakukan pada hari Sabtu, 24 Maret 2007 untuk kawasan Yogyakarta selatan. Titik berkumpul di trotoar depan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pk 08.00 WIB. Siapa berminat ikut?

Kembali Bersepeda, Kembali Hijaukan Hidup Kita

Salam,

Elanto Wijoyono

* Tim Survei:
Elanto Wijoyono, Anang Saptoto, Prihatmoko (Moki), Azzah, Tulus Wicaksono, Tiwi, Hani, Weda (Unhas Makassar)

Ditulis dalam Yogyakarta. 7 Comments »

7 Tanggapan to “Jelajah Lintas Kampus Peta Hijau Sahabat Sepeda”

  1. Esther R.P Says:

    Halo komunitas Peta Hjau Yogya,

    Salam kenal dari saya.
    Jalur bersepeda ini tidak asing bagi saya. Saya pernah tinggal untuk kuliah di Yogya dari tahun 1994-2001. Kadang-kadang di hari Minggu, saya dan beberapa teman lari pagi atau berkeliling dengan sepeda melewati jalur ini. Boleh ya…kalau saya ke Yogya bergabung dengan tim Peta Hijau menyusuri jalur yang baru? Saya ada rencana hendak ke Yogya dalam waktu dekat. Bolehkah bergabung meski bukan anggota? Ada ya fasilitas pinjam sepeda di gelanggang mhs. UGM?
    Saat ini saya tinggal di Depok, Jakarta. Asli dari Medan….sepertinya belum ada komunitas ini di Medan.

    Salam,
    Esther

  2. petahijau Says:

    @Esther

    Kebetulan dalam project ini ngga ada istilah anggota. Jadi, siapa saja bisa gabung kapan pun dan membantu apa pun sesuai kemampuan. Soal sepeda hijau, yg bisa pinjam cuma mahasiswa krn harus ninggal KTM. Rencananya sih Peta Hijau Sahabat Sepeda ini sudah bisa diterbitkan bulan Mei depan.
    Mengembangkan komunitas peta hijau di Medan OK juga. Berminat jadi pelopornya? Kami scr berjaringan bisa membantu prosesnya.

    Update terus ya..🙂
    Salam,

    Elanto Wijoyono

  3. riko Says:

    ehm.. klo mahasiswa dari luar ugm boleh pinjem sepeda??
    saya biker on road di bandung.. ada rencana ke jogja, enjoy jogja pake sepeda… dimana bisa pinjem sepeda?? thnx….
    salut buat jogja.. kembalikan jogja sebagai kota sepeda….

  4. elanto wijoyono Says:

    Sekarang, krn proyek ini juga, kami sudah kenal dgn temen-temen Jaringan Sepeda Hijau Kampus. Menurut mereka sih sebenarnya sepeda itu bisa dipinjam siapa saja dengan meninggalkan kartu identitas selama masih dil lingkungan kampus. Namun, kadang yang jaga lebih memilih aman dgn meminjamkannya ke mahasiswa atau staf kampus saja. Tapi gpp, kalaupun g bs, tetep bisa pinjem pakai KTM temen-temen di sini.😉

    Salam..

  5. riko Says:

    weh.. langsung di reply.. hebat…
    okeh.. 2 hari keliling jogja pake sepeda cukup ga ya?? haha..
    saludh buat temen-temen…
    IPB juga punya jalur sepeda, mestinya semua kampus meniru gerakan ini….
    ga sabar mau ke jogja….
    TOP BANGEDH!!

  6. d'tov Says:

    AssalamuaaikumWrWb.

    Mas2 dan mbak2 salam kenal. Aku seorang B2S (bike 2 school) yg sedang sekolah d SMADA. Sepanjang jalur pulangQ ngelewatin jalur bersepeda ini. Aku juga sering kesal saat ngelewatin JL. COLOMBO. Hampir sepanjang jalan dipenuhi oleh PKL dan parkiran kendaraan. Makannya aku sering lewat jalur hijau yang berada di boulevard UGM. Tapi kalo siang panasnya minta ampun. Terlebih lagi saat lewat selokan mataram.
    Oh ya, kapan mo buat acara survei jalur lagi? Ikutan dong..
    Usul ni..
    “Gimana kalo yang diberi jalur hijau ndak cuma di sekitar Universitas, tapi di setiap jalanan DJOGJA. Gimana?” He..:)
    OK deh kalo gitu.
    Good luck yupz..
    WassalamualaikumWrWb


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: